Kamis, 27 Juni 2013

Mengapa Korupsi Sulit Diberantas di Indonesia

Mengapa Korupsi Sulit Diberantas di Indonesia

 
Praktek Korupsi tampaknya sudah menjadi bagian yang mendarah daging dan lumrah di negara kita tercinta ini, Indonesia. bukan hanya dilakukan oleh anggota dewan terhormat sejenis DPR. Bahkan masyarakat tingkat bawahpun sering atau bahkan sekedar pernah melakukannya. Sebelum kita membahas tentang Korupsi, ada baiknya kita mengenal ‘keluarga’ korupsi yang terkadang kita lupakan.

Keluarga Korupsi : KKN

Selama ini kita hanya mengenal atau membaca kasus mengenai tindak pidana Korupsi. Padahal, selain korupsi, praktik yang masih sering dan banyak dilakukan adalah KKN. KKN merupakan singkatan dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Ketiganya sama-sama merupakan tindakan yang tidak baik sedangangkan pengertian mereka berbeda.

1.    Korupsi
Mungkin sebagian dari kita sudah banyak yang tahu mengenai pengertian korupsi. Korupsi merupakan tindakan secara tidak legal untuk memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sbb:

o    perbuatan melawan hukum
o    penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana
o    memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi
o    merugikan keuangan negara atau perekonomian negara
o    memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan)
o    penggelapan dalam jabatan
o    pemerasan dalam jabatan
o    ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara)
o    menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara)

2.    Kolusi
Kolusi merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar.

3.    Nepotisme
Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Sebagai contoh, kalau seorang manajer mengangkat atau menaikan jabatan seorang saudara, bukannya seseorang yang lebih berkualifikasi namun bukan saudara, manajer tersebut akan bersalah karena nepotisme.

Meskipun ketiga tindak tersebut merupakan tindakan yang sangat merugikan, namun tidak dipungkiri praktik-praktik KKN masih dijalankan di berbagai daerah di Indonesia, meskipun tindak Korupsilah yang paling banyak dilakukan, terutama oleh orang-orang berkedudukan tinggi di suatu pemerintahan.


Mengapa Korupsi sulit diberatas
 
Melihat kasus yang akhir-akhir ini ramai sekali diperbincangkan di berbagai media haruslah membuat kita membuka mata dengan lebar-lebar. Kita harus mencari tahu mengapa kasus korupsi seakan tidak ada habisnya. Berikut ini pandangan saya mengapa korupsi sulit diberantas.

1.    Mencontoh Pimpinan
Pemimpin merupakan contoh bagi semua pengikutnya atau bawahannya. Bagaimana jika pemimpin kita sendiri yang mengajarkan atau mencontohkan berbuat korupsi di hadapan anak buahnya? Maka bawahan pun akan merasa bahwa apa yang dia lakukan bukan suatu tindakan yang salah karena dahulu pimpinannya juga melakukan hal yang sama dan beliau tidak dihukum. Maka, disini peran pemimpin sangatlah penting. Pemimpin harus mencontohkan segala perbuatan yang baik agar dicontoh oleh bawahannya.

2.    Hukum yang Kurang Tegas
 

Tahukah kalian hukuman para pelaku koruptor diberbagai belahan dunia?
Misalnya saja di Arab Saudi, pelaku koruptor merupakan seorang pencuri, pencuri uang rakyat. Sesuai dengan hadist Nabi, hukuman seorang pencuri adalah di potong tangannya. Kemudian di China, hukuman untuk koruptor sangat mengerikan. Yaitu di hukum mati, di tengah rakyat dan disaksikan oleh rakyatnya. Mungkin tak jauh berbeda dengan beberapa negara di dunia ini yang memberikan hukuman yang sangat tegas kepada para pelaku koruptor. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? jangankan di potong tangan, jaripun tidak. Bahkan uang hasil dari korupsi mereka yang diambil kembali oleh negara membuat mereka tidak miskin. Bahkan menjadikan alat untuk memotong masa tahanan mereka. Hal ini dikarenakan hukum negara kita yang masih lemah.

3.    Hancurnya Moral
Untuk apa berpendidikan tinggi jika moral kita rendah. Bahkan lebih rendah dari hewan. Mungkin ada statement yang menyatakan salah satu faktor korupsi adalah kurangnya pendidikan. Namun saya tidak begitu setuju. Coba saja lihat di berita bahwa anggota dewan yang nyatanya adalah lulusan perguruan tinggi alias berpendidkan tinggi melakukan tindak korupsi. Jadi, ini bukan lagi soal pendidikan, melainkan moral dan akhlak. Para pelaku korupsi sepertinya sudah tidak malu atau bahkan takut kepada Tuhan dengan apa yang telah diperbuatnya. Padahal apa yang diperbuat akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya nanti.

4.    Keinginan Memperkaya Diri
Manusia memang memiliki sifat yang serakah, tidak pernah puas. Apalagi jika dihadapkan dengan uang. Bahkan katanya, untuk mencapai suatu posisi di pemerintahan, mereka harus mengeluarkan sejumlah uang sebagai modal awal. Disinilah mereka akhirnya berusaha untuk mengembalikan uang yang telah mereka keluarkan dengan cara yang salah.

Terutama dimasa sekarang. Harta banyak, uang melimpah seakan menjadi simbol kekayaan bagi seseorang. Hingga akhinya mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang paling kaya dengan cara yang tidak halal. Padahal uang yang mereka gunakan bukanlah uang mereka, melainkan uang rakyat.

Memberantas Korupsi Sedini Mungkin

 

Langkah awal yang dapat kita lakukan untuk mencegah korupsi adalah dimulai dari sekarang, khusunya dari generasi muda kita. ajarkan mereka mengenai pengertian korupsi dan bahayanya. Awasi pula tindakan korupsi disekitar kita meskipun itu hanya sedikit. Karena bukankah sedikit-sedikit lama lama menjadi bukit?
Stop tindak korupsi untuk Indonesia yang lebih baik!!

 



Referensi:
http://asrihandayani.wordpress.com/2010/03/31/pengertian-korupsikolusidan-nepotisme/

1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum, blogwalking, baca2, cari inspirasi dan salam ukhuwah.. ^_^
    sekalian mau ngasih tau kalo di Toko Busana Muslimah Online banyak banget Jilbab Modern, Cantik Murah, Kerudung, Hijab, Bergo, Abaya, Turban, Shawl, Gamis, Mukena, Sejadah, Selendang, Aksesoris, DLL

    BalasHapus