Senin, 27 Mei 2013

Resensi Novel Negeri Di Ujung Tanduk

Novel Di Ujung Tanduk



Judul Buku  : Negeri Di Ujung Tanduk
Genre          : Novel
Pengarang   : Tere Liye
Tahun Terbit : Cet. 1 Jakarta : Gramedia 2013
Fisik Buku    : 360 hlm 20 cm
ISBN            : 978-979-22-9429-3
Tanggal Baca : Mei 2013
Nilai               : 9/10


Akhirnya bisa baca sequel Negeri para Bedebah disela-sela jadwal UTS yang mengerikan. Hehehe. Oke, covernya unik, tidak kalah dengan cover sequel pertamanya. Yang ada dikepala saya saat pertama melihatnya adalah: Sebuah Negeri yang dipimpin sosok monyet yang berpakaian rapi. Entahlah, yang jelas novel ini sedikit berbau politik, meskipun masih akan ada unsur ekonominya.


Disini Thomas akan tetap menjadi sang tokoh utama dan tetap menjadi sosok yang mengagumkan. Kisah dalam novel ini mengambil setting satu tahun berlalu sejak penyelamatan Bank Semesta oleh Thomas. Diawali dengan keberangkatan Thomas ke Hongkong dan bertemu dengan petarung sejati lainnya bernama Lee dimana akhirnya diketahui bahwa Lee memiliki hubungan dengan Oppa. Kedatangan Thomas ke Hongkong tidak hanya semata-mata untuk bertarung, melainkan untuk menghadiri sebuah konferensi Politik. Politik? Ya, karena setahun ini Thomas melebarkan sayapnya kedunia Politik. Mengingat bahwa ternyata semasa kuliah Ia mengambil dua jurusan sekaligus, yaitu Ekonomi dan Politik. Seperti kariernya di dunia ekonomi, karier thomas di dunia politik juga cemerlang. Terbukti bahwa ia berhasil membawa kemenangan pemilihan walikota maupun gubernur meskipun lembaga konsultan politik yang ia dirikan baru mencapai satu tahunan.

Tokoh-tokoh lamapun masih tetap akan muncul dalam novel ini seperti sang sekertaris cerdas Meggie, Kawan Polisi Rudi, Oppa, Kadek, bahkan Om Liem. Selain itu muncul tokoh-tokoh baru yang cukup dominan seperti Maryam, wartawan yang mengikuti Thomas sampai Hongkong demi wawancaranya, namun naas harus ikut menjadi buronan intelejen Hongkong karena dituduh sebagai bandar narkoba. Seorang petarung sejati lainnya yang bernama Lee, yang memiliki hubungan dengan Oppa, Lalu juga ada seseorang berinisial JD. Calon presiden yang sangat dibela oleh Thomas. Lalu siapakah JD? Ternyatapun thomas memiliki hubungan dengan sosok calon presiden yang sangat di belanya ini.

Tidak berbeda jauh dari novel sebelumnya, akan ada banyak sekali adegan-adegan yang sangat menegangkan seperti kejar-kejaran mobil, naik pesawat, dan lain sebagainya. Bermula saat Thomas, Maryam, Oppa, dan Kadek dituduh menjadi bandar narkoba oleh intelejen Hongkong saat didapati sekilogram heroin di dalam kapal mereka. Jelas saja hal ini merupakan konspirasi mengingat bahwa beberapa hari lagi akan diadakan konvensi peartai untuk pemilihan calon presiden. Beruntung mereka akhirnya dapat lolos dengan pertaruhan nyawa. Di saat yang hampir bersamaan, JD klien Thomas yang akan dimajukan menjadi calon presiden harus di tahan KPK dengan tuduhan korupsi. Thomaspun harus bertarung dengan para Mafia-mafia Hukum yang memiliki kekuasaan luas. Mafia hukum ini terdiri dari jaringan2 anggota yang rumit. Melibatkan para penguasa, pejabat, dan pengusaha. Lalu, siapakah sebenarnya pemimpin dari Mafia hukum ini? Silahkan baca novel ini segera mungkin 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar